The Buss Coffe Cop Tour Of Duty (Kecamatan Babul Rahmah)

105

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Gugun Hardi Gunawan, S.Ik, M.Si, di dampingi Kasat Binmas AKP Ali Umar, Kasat Narkoba Iptu Delyan Putra, S.H dan Kapolsek Babul Rahmah Iptu Djusran beserta Perwira dan Bintara Polres Aceh Tenggara melakukan kegiatan kunjungan di polsek Babul Rahmah, Selasa (12/12/2017) pukul 09.00 Wib.

Kegiatan ini di sebut juga “The Bus Coffe Cop Agara”, kegiatan yang di usung langsung oleh Kapolres Aceh Tenggara, sama juga dengan saweu keude kopi, namun dengan tampilan berbeda, anggota Polres membawa langsung mobil Bus yang didalamnya berisikan kursi, meja, kopi, beserta Polwan (polisi wanita) sebagai penghidang kopi dan makanan masyarakat yg ikut serta dalam kegiatan

.

“Dengan kegiatan ini, Kapolres maupun anggota kepolisian lainnya bisa menyampaikan pesan kamtibmas, bisa saling bertukar pikiran, bisa mendengarkan keluhan langsung masyarakat tentang Harkamtibmas di Kecamatan tersebut. ”terang Kapolres.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Muspida Aceh Tenggara, para Mukim Babul Rahmah, para- Kepala Desa Babul Rahmah, para tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat setempat.

Dalam sambutanya Kapolres Aceh Tenggara menyampaikan sosialisasi tentang penggunaan Dana Desa agar semua Kepala Desa yang ada di Kecamatan Babul Rahmah benar-benar penggunaannya sesuai dengan prosedur agar bermanfaat bagi warga Desanya. Dan Masyarakat agar tetap rukun antar sesama umat beragama, dan jangan mudah terpengaruh oleh isu-isu yang beredar di sosmed (sosial media) yang sifatnya memecah belah persatuan kita.

Kasat Binmas juga menyampaikan agar dapat di manfaatkan Babinkamtibmas sebagai pendamping dalam kegiatan pembangunan desa

Selanjut nya Kasat Narkoba juga memberikan arahan kepada Kepala Desa Se-Kecamatan Babul Rahmah agar berperan aktif dalam hal pemberantasan Narkoba di masing- masing Desanya.

Kemudian seluruh Kepala Desa di Kecamatan Babul Rahmah meneriakkan STOP PUNGLI, Jangan ada yang melakukan pungli terhadap dana yang dianggarkan untuk desa, Buatlah dana tersebut dengan riil untuk desa sendiri dan jangan dana tersebut dijadikan uang pribadi serta bekerja samalah dengan warga masing-masing dan perangkat desa setempat. Tidak ada yang melakukan pungli walaupun seribu, tetap akan di proses hukum.

Komentar