Sedang Melakukan Penyelidikan Penjambretan, Brigadir Satrio Menjadi Korban Penikaman Dan Pengeroyokan Oleh Oknum TNI Dan OTK

1270

Brigadir Satrio Anto menjadi korban penikaman dan pengeroyokan oleh oknum TNI dan orang tak di kenal di parkiran pesawat Bandara Alas Leuser Kutacane Kec. Semadam Kab. Aceh Tenggara, Jum’at (25/01/17) pukul 16.30 Wib.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Drs. Edi Bastari, M.Si, menjelaskan, kronologis kejadian adalah pada hari Jumat tanggal 28 April 2017 sekitar pukul 14.00 Wib telah terjadi penjambretan terhadap korban an. Zaituni Ramli, 51 Tahun, IRT, Desa Tanah Merah Kec. Badar Kab. Aceh Tenggara di jalan raya Kutacane – Belangkejeren Desa Kampung Melayu Kec. Babussalam Kab. Aceh Tenggara pada saat berada di atas sepeda motor dibonceng oleh Wilda Afriani, IRT, 28 tahun, Aspol Kota Polres Aceh Tenggara Kec. Babussalam Kab. Aceh Tenggara (Bhayangkari Brigadir Ahmad Soeparjo, Anggota Intelkam Polres Aceh Tenggara) yang dilakukan oleh 2 (dua) orang tidak dikenal mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion warna merah salah satunya menggunakan baju lengan panjang warna hitam dan celana ponggol, pelaku berhasil merampas sebuah dompet berisi Handphone merk sony dan uang sebesar 1 juta rupiah, sesaat kemudian Sdri. Wilda Afriani menghubungi Brigadir Ahmad Soeparjo bahwa telah terjadi penjambretan terhadap bibik (keluarga) yang diboncengnya, menanggapi informasi tersebut Brigadir Ahmad Soeparjo menghubungi anggota opsnal Intelkam dan opsnal Reskrim Polres Aceh Tenggara dan pada saat itu juga seluruh anggota opsnal melakukan pencarian ke daerah Kec. Deleng Pokhkisen dan berupaya mencari titik lokasi keberadaan HP korban melalui check post. Informasi tersebut juga didapat oleh Brigadir Satrio Anto yang pada saat itu berada di depan Pendopo Bupati Aceh Tenggara bersama satu orang temannya an. Leo Mindia Putra, 25 tahun, Wiraswasta, Ds. Pulonas Kec. Babussalam Kab. Aceh Tenggara dengan mengendarai mobil Toyota Avanza kemudian langsung menuju Kec. Deleng Pokhkisen untuk mencari jejak pelaku penjambretan, setelah berkeliling di Kec. Deleng Pokhkisen Brigadir Satrio Anto berinisiatif mencari pelaku jambret ke Ds. Lawe Kinga Lapter Kec. Semadam Kab. Aceh Tenggara karena di wilayah tersebut merupakan daerah anatomi kejahatan sebagai tempat pelarian / persembunyian sementara para pelaku kejahatan, dalam perjalanan Brigadir Satrio Anto menghubungi jaringannya an. Fauzi, 25 tahun, Ds. Lawe Kinga Lapter Kec. Semadam untuk menjejaki pelaku jambret dengan ciri – ciri menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion warna merah dan salah satu pelaku  menggunakan baju lengan panjang warna hitam dan celana ponggol, pada pukul 16.30 WIB sesampainya di Ds. Lawe Kinga Lapter tepatnya di parkiran pesawat Bandara Alas Leuser Kutacane teman Brigadir Satrio Anto yang ikut dalam mobil melihat 2 (dua) orang yang sedang duduk di dekat sepeda motor Yamaha Vixion warna merah dan salah satunya menggunakan baju lengan panjang warna hitam dan celana ponggol dan menyampaikannnya kepada Brigadir Satrio Anto, kemudian Brigadir Satrio Anto mendekatkan mobilnya ke samping kedua orang tersebut, setelah sampai Brigadir Satrio Anto menurunkan kaca mobil dan menanyakan kepada salah satu orang tersebut yang ternyata telah dikenali oleh Brigadir Satrio Anto bernama Prada J, TNI, kesatuan Armed Laweung Kab. Pidie, alamat Desa Lawe Kinga Lapter Kec. Semadam Kab. Aceh Tenggara “J ngapain kau disini?” sambil memegang perut  Prada J(bercanda), yang pada saat itu Prada Jefri berdiri di samping mobil sedangkan Brigadir Satrio Anto masih berada di dalam mobil dengan kaca mobil terbuka, kemudian Prada J langsung memukuli Brigadir Satrio Anto yang sedang duduk di dalam mobil pada bagian wajah dan mulut sehigga mengeluarkan darah, pada saat itu Brigadir Satrio Anto mengatakan “J, kenapa kau pukuli aku, aku ini abang mu”, Prada J menjawab “kau pun kenapa kau pukul aku ?” padahal sebelumnya Brigadir Satrio Anto hanya memegang perut Prada J, selanjutnya Brigadir Satrio Anto keluar dari dalam mobil dan terjadi perkelahian, pada saat tersebut Brigadir Satrio Anto mengambil senpi yang diletakkan di dashboard samping pintu mobil kemudian melepaskan tembakan peringatan ke udara sebanyak satu kali seketika itu juga Prada J mundur agak menjauh, namun masyarakat yang berada di seputaran lokasi sekitar 10 orang mendekat dan berupaya ingin mengetahui apa yang terjadi, masyarakat yang datang tersebut ternyata salah satunya keluarga dari Prada J an. S, 30 tahun, Tani, Ds. Bambel Baru kec. Bukit Tusam dan berusaha memegangi Brigadir Satrio Anto bersama masyarakat lainnya, melihat ada pertolongan dari masyarakat Prada J kembali menghampiri Brigadir Satrio Anto dan malah bersama – sama melakukan penganiayaan / pengeroyokkan terhadap Brigadir Satrio Anto, pada saat itu Prada J menikam Brigadir Satrio Anto menggunakan sebilah pisau milik masyarakat dan senpi yang dipegang oleh Brigadir Satrio Anto terlepas dari genggamannya dan diambil oleh Prada J kemudian menembakkannya satu kali ke arah yang tidak diketahui, kemudian Prada J menaiki sepeda motornya sambil menggenggam senpi dengan tangan kiri, pada saat di atas sepeda motor tersebut Prada J kembali meletuskan senpi ke arah mendatar tepat pada kerumunan masyarakat, dan mengenai Sdr. S, 30 tahun, Tani, Ds. Bambel Baru kec. Bukit Tusam menyarang di bagian bawah pusat, sedangkan pada saat itu Brigadir Satrio Anto berupaya menjauhi kerumunan massa dan memanggil temannya yang ada di dalam mobil untuk menjemputnya, kemudian Sdr. Leo Mindia Putra mendekatkan mobil ke arah Brigadir Satrio Anto sehingga Brigadir Satrio Anto menaiki mobil sambil memegangi perutnya dan langsung menuju Rumah Sakit Nurul Hasanah, sedangkan senpi yang di pegang oleh Prada J dititipkan kepada masyarakat di TKP namun tidak ada yang berani menerima sehingga Prada J meninggalkan senpi tersebut di TKP, sedangkan korban penembakan dilarikan oleh masyarakat ke Rumah Sakit Nurul Hasanah Kutacane, terang Kapolres.

Akibat penikaman tersebut Brigadir Satrio Anto mengalami luka tusuk di bagian perut sebelah kanan hingga mengenai usus dan luka robek di bagian kepala.

Kemudian Kapolres melakukan koordinasi dengan Dandim 0108Aceh Tenggara, Pasie Intel Kodim dan Kasubden Pom Aceh Tenggara untuk mencegah hal – hal yang tidak di inginkan.

Hasil koordinasi dengan Kasubden Pom Aceh Tenggara bahwa oknum anggota TNI AD Prada J setelah dilakukan pemeriksaan awal, akan diserahkan ke Denpom Lhokseumawe.

Kapolres pula menekankan kepada seluruh personel Polres Aceh Tenggara untuk tidak berbuat di luar jalur hukum yang berlaku.

Komentar