Sat Reskrim Polres Aceh Tenggara Tangkap Pelaku Tindak Pidana Melarikan Anak Di Bawah Umur

948

Kepolisian Resor Aceh Tenggara berhasil menangkap pelaku tindak pidana melarikan anak di bawah umur  yang berinisial RIM alias R (20) Desa Kuta Pengkih Kec. Babussalam Kab. Aceh Tenggara,  Rabu (02/11/2016) sekitar pukul 11.00 Wib.

Korban yakni, WN (14) Pelajar SMP Desa Tarutung Pedi Kec. Babussalam Kab. Aceh Tenggara, Terungkapnya kasus tersebut bermula dari laporan orang tua korban  RY (41) pada sabtu tanggal 29 Oktober 2016 sekitar pukul 16.00 Wib.

Mendapat laporan tersebut, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Drs. Edi Bastari M.Si, melalui Kasat Reskrim Polres Aceh Tenggara Iptu Dimmas Adhit Putranto SIK beserta tim Opsnal Sat Reskrim kemudian melakukan penyelidikan.

Korban dan tersangka ternyata berada di rumah nenek korban di Desa Tarutung Pedi Kec. Babussalam Kab. Aceh Tenggara, Selanjutnya, Tim Opsnal Sat Reskrim yang di pimpin oleh Kasat Reskrim langsung datang ke TKP,  dan mengamankan Pelaku yang sedang ingin melakukan pernikahan pada hari Sabtu tanggal 29 Oktober 2016 sekitar pukul 21.00, dan kemudian pelaku langsung di bawa ke Sat Reskrim Polres Aceh Tenggara guna penyidikan selanjutnya.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku membawa korban selama 2 hari 1 malam yaitu mulai dari rabu sore sampai hari kamis sore, korban di bawa ke rumah keluarga pelaku an. R di Desa Kutarih Kec. Babussalam, kemudian korban di bawa ke rumah teman pelaku an. P (20) di Desa Pulonas Baru selama 2 hari 1 malam, dalam pelariannya pelaku mengaku memiliki hubungan khusus dengan korban sudah 3 bulan dan melakukan hubungan badan sebanyak 5 x.

Barang bukti yang diamankan yakni 1 buah baju korban berwarna abu-abu lengan panjang bertuliskan “i follow heart”, 1 buah celana Jeans panjang berwarna hitam, 1 buah jilbab berwarna abu-abu, 1 buah celana dalam berwarna cream, dan 1 buah bra berwarna ungu.

“Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, pelaku melanggar UU no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, kemudian dijerat dengan pasal pasal 8182 yang berbunyi ”melakukan kekerasan, intimidasi, bujuk rayu terhadap anak di bawah umur untuk melakukan persetubuhan atau cabul” dengan ancaman hukuman maksimal 13 tahun dan minimal 3 tahun kurungan” terang Kapolres Aceh Tenggara.

Komentar