Polres Aceh Tenggara Menggelar Rakor Seluruh Stakeholders Terkait Pendirian Patung

264

Polres Aceh Tenggara menggelar rapat koordinasi seluruh stakeholders terkait pendirian patung monumen di Desa Kampung Nangka bertempat di aula Wira Pratama Polres Aceh Tenggara, Selasa (02/02/2018) pukul 09.00 Wib.

Rapat koordinasi seluruh stakeholders terkait pendirian patung monumen di Desa Kampung Nangka di buka langsung oleh Kapolres Aceh Tenggara AKBP Gugun Hardi Gunawan, SIK, MSi, dalam   sambutannya Kapolres Aceh Tenggara menyampaikan beberapa poin  sebagai berikut : 

  1. Koordinasi ini dilaksnakan dengan tujuan untuk meredam isu yang beredar di masyarakat terkait pendirian patung monumen di Desa Kampung Nangka dan mencari solusi terkait pendirian patung tersebut.
  2. Saat ini isu yang beredar di Medsos juga sangat mempengaruhi Masyarakat Aceh Tenggara.
  3. Kami Aparat penegak hukum sangat mengkhawatirkan isu ini akan semakin membesar sehingga bisa mengakibatkan konflik di Masyarakat. 

Turut hadir dalam acara rapat koordinasi seluruh stakeholders terkait pendirian patung tersebut antara lain :

  1. Wakil Bupati Aceh Tenggara Bukhari
  2. Anggota DPRK Aceh Tenggara Sopian
  3. Dandim 0108/Agara
  4. Kajari Kutacane
  5. Ketua Pengadilan Negeri Kutacane
  6. Ketua Makamah Syariat Kutacane
  7. Palmer Situmorang (pemilik patung)
  8. Ketua majelis Adat Aceh
  9. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama
  10. Ketua Dewan Dakwah Aceh Tenggara
  11. Tokoh Masyarakat, Adat dan Agama (dari Muslim dan Nasrani) 

Rapat koordinasi seluruh Stakeholders menghasilkan komitmen bersama yang berisikan : 

  1. Patung dipindahkan dari Wilayah Hukum Polres Aceh Tenggara.
  2. Patung dibuatkan / ditutup pagar tembok tinggi agar tidak kelihatan dari jalan.
  3. Patung tidak didirikan / Patung diturunkan.

Komentar