Kasubbag Bin Ops Polres Aceh Tenggara Pimpin Langsung Pengamanan Unras

508

Polres Aceh Tenggara melakukan pengamanan aksi unjuk rasa Aliansi Lembaga Bersatu Kabupaten Aceh Tenggara memperingati hari anti korupsi sedunia di depan Kantor Kajari Kutacane dan di depan gedung DPRK Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu  (09/12/2017) sekitar pukul 10.00 Wib.

Dalam kesempatan ini Kasubbag Bin Ops IPTU Swandi Desky mengimbau kepada para massa aksi unjuk rasa agar tidak bertindak anarkis dan tidak mudah terprovokasi dengan ajakan orang yang tidak bertanggung jawab yang dapat memicu hal-hal yang tidak diinginkan.

Kasat Sabhara IPTU Darminson Saragih  beseta Kapolsek Babussalam IPTU Sabrianda, SH turut serta mengamankan para mahasiswa yang melaksanakan unjuk rasa dan mengatur arus lalu lintas yang macet akibat aksi tersebut.

Adapun Isi aspirasinya adalah, Menindak tegas para koruptor yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara dengan tidak memandang status dan jabatan, Selesaikan kasus-kasus yang telah dilaporkan masyarakat maupun lembaga anti korupsi dan Aliansi lembaga bersatu mendesak 10 (sepuluh) rekomendasi kasus yaitu :

  1. Dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Sekwan DPRK Aceh Tenggara pada perjalanan Dinas.
  2. Kasus mantan Bupati Aceh Tenggara yang mandet Di Kejari Kutacane.
  3. Pengadaan jalur dua (mantan Bupati dan Dinas PU)
  4. Kasus pungli budan PTT (Kepala Dinas Kesehatan)
  5. Kasus gaji PPS dan Sekretariat PPS tahun 2014 dan 2017 (KIP Aceh Tenggara /KPU)
  6. Dugaan korupsi dana desa (Camat dan Kepala Desa)
  7. Dana hibah Universitas Gunung Leuser (UGL)
  8. Bantuan rumah mark up data (Dinas BPBD Aceh Tenggara)
  9. Korupsi anggaran PANWASLU Aceh Tenggara tahun 2012
  10. Kasus Genre KIT (BKKBN Aceh Tenggara).

Kegiatan tersebut berlangsung kondusif sesuai harapan, Massa membubarkan diri setelah membacakan isi tuntunnya di depan kantor Kajari kutacane dan di depan gedung DPRK Aceh Tenggara.

Komentar