Polres Aceh Tenggara Menggelar Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai NKRI

99

Dalam menjaga kerukunan umat beragama terkait isu – isu yang mengatasnamakan agama serta aksi terorisme yang terjadi akhir – akhir ini di tanah air, Kepolisian Resor Aceh Tenggara menggelar Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai NKRI di lapangan Jenderal Ahmad Yani Kec. Babussalam Kab. Aceh Tenggara, Selasa (15/11/2016) sekitar pukul 09.00 Wib.

20161115_09032520161115_085634

Pada apel kebhinekaan cinta damai NKRI tersebut, Bupati Aceh Tenggara Ir. Hasanuddin B. MM, bertindak sebagai Inspektur Upacara dan Ipda Sabrianda SH, sebagai Komandan Upacara.

ak1 20161115_085428

Acara tersebut dihadiri oleh Kapolres Aceh Tenggara AKBP Drs. Edi Bastari M.Si, Kasdim 0108 Aceh Tenggara,Kedua paslon Cabup/Wabup Aceh Tenggara, Kajari, beberapa unsur Forkopimda, dan di ikuti oleh 2 pleton Bhabinkamtibmas Polres Aceh Tenggara, 1 pleton personel Kodim 0108 Aceh Tenggara, 1 pleton Satpol PP, 1 pleton gabungan pemuda pancasila, 1 pleton IPK, 1 pleton AMPI, dan 1 pleton SENKOM.

Dalam kesempatan itu Inspektur Upacara memberikan amanat yaitu sebgai berikut :

  • Kita sebagai bangsa indonesia, bangsa yang memiliki semboyan Bhineka tunggal ika tentunya tidak hanya menjadikan Bhineka tunggal ika hanya sebagai semboyan belaka, kita sebgai bangsa yang baik dan bertanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa sepatutnya kita juga mengamalkan ajaran dari Bhineka tunggal ika.
  • Mengingat arti penting menjaga persatuan dan kesatuan NKRI maka pada konteks inilah Pemda, TNI, POLRI dan seluruh lapisan masyarakat bersama – sama meningkatkan partisipasi untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan NKRI yang kokoh.
  • Dalam rangka menjamin stabilitas kamtibmas dan mewujudkan persatuan dan kesatuan NKRI di himbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak memandang rendah agama, suku dan budaya yang lain, tidak menganggap agama suku dan budayanya paling tinggi dan paling baik, menerima keragaman suku bangsa dan budaya sebagai kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya dan lebih mengutamakan negara dari pada kepentingan daerah atau suku masing – masing.

Komentar